Catatan Perjalanan Hidup Robertus Bria Seran
KETIKA PENA MENJADI JALAN PENGABDIAN Setiap manusia memiliki jalan hidupnya sendiri. Ada perjalanan yang dimulai dari tempat sederhana, tumbuh bersama harapan, ditempa oleh pengalaman, dan perlahan menemukan maknanya dalam sebuah pengabdian. Bagi saya, perjalanan itu bukan sekadar tentang ke mana kaki melangkah, tetapi juga tentang bagaimana waktu membentuk diri, pengalaman mengajarkan arti kehidupan, dan setiap kesempatan memberi ruang untuk terus bertumbuh. Perjalanan saya bermula dari Weoe, Kabupaten Malaka, tempat saya dilahirkan pada 27 Januari 1975. Saya adalah anak kedua dari lima bersaudara, putra dari Nikolas Bria Seran, BA dan Agatha Lopis (Almh). Dari tanah kelahiran itulah saya mulai mengenal kehidupan. Dari keluarga, saya belajar tentang nilai-nilai dasar yang menjadi bekal perjalanan. Dari lingkungan sekitar, saya mulai memahami bahwa kehidupan selalu memiliki pelajaran, bahkan dalam hal-hal yang sederhana. Masa kecil saya lalui melalui pendidikan di tanah kelahiran. Saya...