Postingan

Menjaga Integritas dari Ruang Produksi

Gambar
Melihat dari Dekat Keakuratan dan Dedikasi Jurnalistik Dirangkai di Belakang Layar Di balik setiap baris berita yang dibaca jutaan orang, ada ruang produksi yang tak pernah benar-benar tidur. Pada 19 Juli 2024, kami berkesempatan berada langsung di ruang produksi Kompas, melihat dari dekat bagaimana fakta dikurasi, gagasan diolah, dan standar jurnalistik dijaga dengan ketat. Riuh diskusi dan ritme kerja yang presisi memberi gambaran nyata tentang arti sebuah dedikasi dalam menyampaikan informasi yang tepercaya.

Di Tengah Jalan, Cuaca Berkehendak Lain

Gambar
Langit Mendung, Rencana Berubah: Balik Kanan ke Atambua! Peristiwa 22 Juni 2026, Niatnya mau tancap gas ngantor ke Lamaknen Selatan hari ini. Tapi, takdir berkata lain. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30-an kilometer dan melihat langit yang makin gelap menggantung, tanda-tanda mau hujan deras. Kami akhirnya memutuskan untuk putar balik . Daripada terjebak hujan di tengah jalan dengan medan yang menantang, lebih baik balik kanan menuju Atambua. Semoga di kesempatan lain cuaca lebih bersahabat!

Manajemen Tempo Inti Media

Gambar
  Satu Meja, Banyak Cerita tentang Jurnalistik di Perbatasan Tidak semua cerita lahir dari ruang redaksi. Sebagian tumbuh dari perjalanan panjang, pengalaman di lapangan, dan realitas kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan. Pada **19 Juli 2024**, saya bersama teman-teman wartawan perbatasan RI–RDTL, Kabupaten Belu, berkesempatan mengikuti diskusi bersama Manajemen Koran Tempo di Jalan Palmerah Barat No. 8, Jakarta Selatan. Di satu meja, kami membawa beragam cerita tentang dunia jurnalistik di wilayah perbatasan. Tentang bagaimana informasi dihimpun, fakta disampaikan, dan kehidupan masyarakat perbatasan diangkat agar mendapat perhatian yang lebih luas. Diskusi ini menjadi ruang untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, serta memperluas wawasan mengenai tantangan dan tanggung jawab seorang wartawan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Bagi kami yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor-Leste, setiap berita bukan sekadar rangkaian kata. Ada kehidupan masyar...

Menara Kompas

Gambar
  Kenangan Bersama Wartawan Perbatasan Ada cerita yang tidak selalu lahir dari ruang redaksi. Ada pula yang tumbuh dari perjalanan, pertemuan, dan kebersamaan bersama mereka yang setiap hari mengabarkan cerita dari wilayah perbatasan. Pada 19 Juli 2024, saya bersama teman-teman wartawan perbatasan Belu–Timor Leste berkesempatan mengabadikan sebuah momen kebersamaan di Menara Kompas, Jalan Palmerah Selatan No. 21, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pose bersama ini mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya tersimpan kenangan tentang perjalanan, persahabatan, dan profesi jurnalistik yang mempertemukan kami. Dari daerah perbatasan, kami membawa cerita tentang masyarakat, pembangunan, kehidupan, serta dinamika yang terjadi di wilayah tapal batas Indonesia dan Timor-Leste. Menara Kompas menjadi saksi sebuah pertemuan yang meninggalkan jejak. Sebuah foto, beberapa senyum, dan kebersamaan yang hari ini menjadi bagian dari perjalanan panjang kami sebagai insan pers. 19 Juli 2024 — sebuah tan...

Kebijakan Privasi

# PRIVACY POLICY (KEBIJAKAN PRIVASI) **Trebor Blog** Selamat datang di Trebor Blog. Privasi pengunjung merupakan hal yang penting bagi kami. Halaman Kebijakan Privasi ini menjelaskan jenis informasi yang dapat dikumpulkan, bagaimana informasi tersebut digunakan, serta bagaimana kami menjaga privasi pengunjung ketika mengakses situs Trebor Blog. Dengan mengunjungi dan menggunakan situs Trebor Blog, Anda dianggap telah membaca dan memahami kebijakan privasi yang dijelaskan di bawah ini. ## 1. Informasi yang Kami Kumpulkan Trebor Blog dapat mengumpulkan informasi tertentu dari pengunjung, baik secara langsung maupun otomatis, ketika pengunjung mengakses situs ini. Informasi tersebut dapat meliputi alamat IP, jenis perangkat, jenis browser, halaman yang dikunjungi, waktu kunjungan, serta informasi teknis lainnya yang digunakan untuk memahami aktivitas pengunjung dan meningkatkan kualitas layanan blog. Apabila pengunjung menghubungi kami melalui email atau memberikan komentar pada artikel, ...

Catatan Perjalanan Hidup Robertus Bria Seran

Gambar
KETIKA PENA MENJADI JALAN PENGABDIAN Setiap manusia memiliki jalan hidupnya sendiri. Ada perjalanan yang dimulai dari tempat sederhana, tumbuh bersama harapan, ditempa oleh pengalaman, dan perlahan menemukan maknanya dalam sebuah pengabdian. Bagi saya, perjalanan itu bukan sekadar tentang ke mana kaki melangkah, tetapi juga tentang bagaimana waktu membentuk diri, pengalaman mengajarkan arti kehidupan, dan setiap kesempatan memberi ruang untuk terus bertumbuh. Perjalanan saya bermula dari Weoe, Kabupaten Malaka, tempat saya dilahirkan pada 27 Januari 1975. Saya adalah anak kedua dari lima bersaudara, putra dari Nikolas Bria Seran, BA dan Agatha Lopis (Almh). Dari tanah kelahiran itulah saya mulai mengenal kehidupan. Dari keluarga, saya belajar tentang nilai-nilai dasar yang menjadi bekal perjalanan. Dari lingkungan sekitar, saya mulai memahami bahwa kehidupan selalu memiliki pelajaran, bahkan dalam hal-hal yang sederhana. Masa kecil saya lalui melalui pendidikan di tanah kelahiran. Saya...